Anak termasuk kaum rentan yang harus dilindungi oleh negara. Masalah anak ini pun menjadi salah satu isu yang ditangani subkom gw tahun ini. Bulan Maret lalu kita ngadain FGD tentang anak jalanan. FGD itu mencoba mengindentifikasi masalah-masalah yang terjadi pada anak jalanan dan mencoba menyusun rekomendasi pemecahannya. Wah, ternyata kompleks sekali ya masalahnya, benar-benar seperti benang kusut dan butuh kesabaran ekstra untuk mengurainya.
Nah di FGD itu salah satu rekomendasi yang muncul adalah membuat modul pelatihan HAM bagi anak, tentu saja yang metodenya sesuai dengan pemahaman anak. Bermain, dongeng, melihat film, dan sebagainya.
Kami mendapat beberapa informasi tentang program yang akan dilakukan instansi lain tentang masalah anak juga. Pertama akan diadakannya rapat akbar mengenai anak jalanan dan pencanangan hari kasih sayang pada waktu peringatan hari anak nanti. Krena isu yang digarap sama, kami tentu saja ingin bekerjasama dengan instansi-instansi tersebut. Tapi apa mau dikata, ketika gw menghubungi dinas yang akan menangani rapat akbar anak jalanan itu yang ada malah dioper sana-sini, ga bisa ketemu orang yang handle acaranya, ga dapat jawaban tapi malah dibuat ribet, pokoknya ga ngenakin banget deh.....
Untuk agenda kedua pencanangan hari kasih sayang pada saat peringatan hari anak juga ga bisa kita ikuti. Gw dah coba kontak ke salah satu panitianya, dan dijanjikan akan dihubungi bila ada rapat lagi. Tapi tak kunjung ada konfirmasi, gw sampai males menghubungi. Ya sudahlah, ga bisa join dengan agenda tersebut ga akan memundurkan kami utnuk menjalankan program kita sendiri.
Nah program yang kita punyai sebagai salah satu tindak lanjut FGD itu adalah try out modul pelatiham HAM untuk anak. Kegiatan ini kita rencanakan di dua tempat, cakung dan lodan mas. Tapi karena adu suatu peristiwa, kegiatan di lodan mas tidak bisa kita lakukan. Kita cari lokasi lain dan kebetulan di cakung ada, jadi kegiatan itu dua-duanya kita lakukan di cakung.
Memang kegiatan penyuluhan HAM bagi anak ini tidak kita fokuskan bagi anak jalanan seperti FGD kemarin, tapi sasarannya kita perluas menjadi anak pinggiran. Kita ingin anak-anak tahu kalau meraka sebenarnya juga memiliki hak seperti manusia dewasa dan apa-apa saja hak mereka. Kegiatan try out pendidikan HAM untuk anak jalanan ini juga bertujuan untuk lebih mengembangkan modul yang ada.
Sekarang gw mau menceritakan dua hari gw dalam kegiatan try out pendidikan HAM untuk anak itu.
Lokasi Pertama
Seperti biasa tugas gw adalah menjadi mc. Hari pertama ini pesertanya kebanyakan anak-anak berumur 4-6 tahun. Anak-anak, guru maupun orang tua berkumpul di gedung pertemuan warga. Gedung pertemuan itu menjadi pusat seluruh kegiatan warga disana, kalau pagi diapakai anak-anak buat sekolah, kalau ada kegiatan disitu juga dan bahkan ada yg hajatan pakai gedung itu juga. Jadi memang setting tempatnya bukan sekolahan formal.
Gw ajak mereka kenalan, ngasih tau dari mana gw, hari ini mo ngapain, ngajak nyanyi-nyanyi...yah mencoba masuk ke dunia mereka lah. Waktu mo nonton film tentang HAM, gw tanyain dulu ke mereka suka ga nonton film, trus sukanya nonton film apa. Mereka sih emang suka nonton film dan film yang biasa nmerak tonton adalah film horor. BUSET...........kecil-kecil dan dicekokin film horor. Kalau gw dulu seumuran mereka, walau stasin tv masih sedikit tapi gw pasti akan meminta untuk memutar film kartun aja. Yah.....anak sekarang memang beda dengan yang dulu ya. Gw sih merasa sayang aja, dunia mereka belum saatnya dicekokin film horor atau sinetron. Jadi inget beberapa tahun yang lalu gw begitu cerewet sama adik gw ga bolehin dia nonton sinetron, ada perkecualian kalau tokoh utamanya menceritakan anak kecil atau komedi.
Tidak hanya tontonan, anak-anak sekarang pun nyanyinya juga lagu orang dewasa. Gw dulu sih masih bisa menikmati lagu anak-anak yang dinyanyiin penyanyi cilik. Ada dakocan, semut merah, lumba-lumba, dll. Anak sekarang lagunya cinta terlarang, jika cinta dia........duh.............
Kegiatan kita ini kerja sama dengan tim lain yang bisanya menangani anak-anak. Untung ada mereka yang menguasai dan sudah terbiasa, kalau ga gw ga tahu deh ribetnya ngurus anak-anak itu. Pada saat sesi bermain kami terpaksa meminta ibu atau pun yang mengantar keluar ruangan karena mereka jadi ribet sendiri dan akibatnya menghambta kreatifitas anak. Anak-anaknya ga terlalu aktif sih, tapi lumayanlah acara hari itu berjalan lancar. Capek banget sih.....
Lokasi Kedua
Gw masih aja jadi mc-nya. Tapi karena udah ada pengalaman kemarin gw lebih bisa all out sih. Tim-nya belum semua datang, jadi urutan acaranya gw rubah. Biasanya denger dongeng dulu sekarang mereka gw ajak nonton film dulu. Di lokasi yang kedua karena ruang kelasnya kecil, kita buat jadi indoor dan outdoor. Nanti pas acaranya dongeng dan bermain akan kita adakan di luar ruangan.
Sebelum nonton film seperti biasa gw tanyain mereka suka nonton film ga dan sukanya nonton apa. Untunglah mereka jawab suka nonton dan film kartun pula yang ditonton. Syukurkah dik, kau menikamti duniamu.......
Anak-anak disini lebih aktif, dan orang tuanya pun lebih kooperatif. Karena itu gw juga lebih enak buat ngajak mereka terlibat pada saat sesi pembagian hadiah.
Baik anak maupun orang tuanya diperkenalkan apa saja hak-hak anak itu. Tentu saja kita menjelasakannya dengan memberikan contoh-contoh agar mereka lebih mudah memahami apa maksudnya. Tim yang kita bawa kali ini lebih banyak daripada sebelumnya karena kita membawa seorang observer dan tim perlengkapan.
Acaranya bisa dibilang lancar dan sukses. Thanks God for that. Gw sih berharap anak-anak itu tidak hanya tau bahwa mereka juga memiliki hak tapi mereka juga bsia medapatkan hak-haknya. Semoga saja mereka dapat menikmati dunianya, tidak mengalami kekerasan, ekspolitasi atau yang lainnya.
Selamat menikmati dunia anak-mu adik-adik.....dan jika saatnya nanti jadilah penerus bangsa kita ini.....
Nah di FGD itu salah satu rekomendasi yang muncul adalah membuat modul pelatihan HAM bagi anak, tentu saja yang metodenya sesuai dengan pemahaman anak. Bermain, dongeng, melihat film, dan sebagainya.
Kami mendapat beberapa informasi tentang program yang akan dilakukan instansi lain tentang masalah anak juga. Pertama akan diadakannya rapat akbar mengenai anak jalanan dan pencanangan hari kasih sayang pada waktu peringatan hari anak nanti. Krena isu yang digarap sama, kami tentu saja ingin bekerjasama dengan instansi-instansi tersebut. Tapi apa mau dikata, ketika gw menghubungi dinas yang akan menangani rapat akbar anak jalanan itu yang ada malah dioper sana-sini, ga bisa ketemu orang yang handle acaranya, ga dapat jawaban tapi malah dibuat ribet, pokoknya ga ngenakin banget deh.....
Untuk agenda kedua pencanangan hari kasih sayang pada saat peringatan hari anak juga ga bisa kita ikuti. Gw dah coba kontak ke salah satu panitianya, dan dijanjikan akan dihubungi bila ada rapat lagi. Tapi tak kunjung ada konfirmasi, gw sampai males menghubungi. Ya sudahlah, ga bisa join dengan agenda tersebut ga akan memundurkan kami utnuk menjalankan program kita sendiri.
Nah program yang kita punyai sebagai salah satu tindak lanjut FGD itu adalah try out modul pelatiham HAM untuk anak. Kegiatan ini kita rencanakan di dua tempat, cakung dan lodan mas. Tapi karena adu suatu peristiwa, kegiatan di lodan mas tidak bisa kita lakukan. Kita cari lokasi lain dan kebetulan di cakung ada, jadi kegiatan itu dua-duanya kita lakukan di cakung.
Memang kegiatan penyuluhan HAM bagi anak ini tidak kita fokuskan bagi anak jalanan seperti FGD kemarin, tapi sasarannya kita perluas menjadi anak pinggiran. Kita ingin anak-anak tahu kalau meraka sebenarnya juga memiliki hak seperti manusia dewasa dan apa-apa saja hak mereka. Kegiatan try out pendidikan HAM untuk anak jalanan ini juga bertujuan untuk lebih mengembangkan modul yang ada.
Sekarang gw mau menceritakan dua hari gw dalam kegiatan try out pendidikan HAM untuk anak itu.
Lokasi Pertama
Seperti biasa tugas gw adalah menjadi mc. Hari pertama ini pesertanya kebanyakan anak-anak berumur 4-6 tahun. Anak-anak, guru maupun orang tua berkumpul di gedung pertemuan warga. Gedung pertemuan itu menjadi pusat seluruh kegiatan warga disana, kalau pagi diapakai anak-anak buat sekolah, kalau ada kegiatan disitu juga dan bahkan ada yg hajatan pakai gedung itu juga. Jadi memang setting tempatnya bukan sekolahan formal.
Gw ajak mereka kenalan, ngasih tau dari mana gw, hari ini mo ngapain, ngajak nyanyi-nyanyi...yah mencoba masuk ke dunia mereka lah. Waktu mo nonton film tentang HAM, gw tanyain dulu ke mereka suka ga nonton film, trus sukanya nonton film apa. Mereka sih emang suka nonton film dan film yang biasa nmerak tonton adalah film horor. BUSET...........kecil-kecil dan dicekokin film horor. Kalau gw dulu seumuran mereka, walau stasin tv masih sedikit tapi gw pasti akan meminta untuk memutar film kartun aja. Yah.....anak sekarang memang beda dengan yang dulu ya. Gw sih merasa sayang aja, dunia mereka belum saatnya dicekokin film horor atau sinetron. Jadi inget beberapa tahun yang lalu gw begitu cerewet sama adik gw ga bolehin dia nonton sinetron, ada perkecualian kalau tokoh utamanya menceritakan anak kecil atau komedi.
Tidak hanya tontonan, anak-anak sekarang pun nyanyinya juga lagu orang dewasa. Gw dulu sih masih bisa menikmati lagu anak-anak yang dinyanyiin penyanyi cilik. Ada dakocan, semut merah, lumba-lumba, dll. Anak sekarang lagunya cinta terlarang, jika cinta dia........duh.............
Kegiatan kita ini kerja sama dengan tim lain yang bisanya menangani anak-anak. Untung ada mereka yang menguasai dan sudah terbiasa, kalau ga gw ga tahu deh ribetnya ngurus anak-anak itu. Pada saat sesi bermain kami terpaksa meminta ibu atau pun yang mengantar keluar ruangan karena mereka jadi ribet sendiri dan akibatnya menghambta kreatifitas anak. Anak-anaknya ga terlalu aktif sih, tapi lumayanlah acara hari itu berjalan lancar. Capek banget sih.....
Lokasi Kedua
Gw masih aja jadi mc-nya. Tapi karena udah ada pengalaman kemarin gw lebih bisa all out sih. Tim-nya belum semua datang, jadi urutan acaranya gw rubah. Biasanya denger dongeng dulu sekarang mereka gw ajak nonton film dulu. Di lokasi yang kedua karena ruang kelasnya kecil, kita buat jadi indoor dan outdoor. Nanti pas acaranya dongeng dan bermain akan kita adakan di luar ruangan.
Sebelum nonton film seperti biasa gw tanyain mereka suka nonton film ga dan sukanya nonton apa. Untunglah mereka jawab suka nonton dan film kartun pula yang ditonton. Syukurkah dik, kau menikamti duniamu.......
Anak-anak disini lebih aktif, dan orang tuanya pun lebih kooperatif. Karena itu gw juga lebih enak buat ngajak mereka terlibat pada saat sesi pembagian hadiah.
Baik anak maupun orang tuanya diperkenalkan apa saja hak-hak anak itu. Tentu saja kita menjelasakannya dengan memberikan contoh-contoh agar mereka lebih mudah memahami apa maksudnya. Tim yang kita bawa kali ini lebih banyak daripada sebelumnya karena kita membawa seorang observer dan tim perlengkapan.
Acaranya bisa dibilang lancar dan sukses. Thanks God for that. Gw sih berharap anak-anak itu tidak hanya tau bahwa mereka juga memiliki hak tapi mereka juga bsia medapatkan hak-haknya. Semoga saja mereka dapat menikmati dunianya, tidak mengalami kekerasan, ekspolitasi atau yang lainnya.
Selamat menikmati dunia anak-mu adik-adik.....dan jika saatnya nanti jadilah penerus bangsa kita ini.....
No comments:
Post a Comment