Hari Kamis malam cek inbox ternyata ada ajakan dari si ncy untuk nonton wall street. Biasanya sih gw cek resensi film-nya dulu, tapi kali ini ga gw lakuin. Masa bodoh lah film apa, tapi biasanya pilihan si ncy sih lumayan.
Nah gw ngajak lah beberapa temen gw. Maklum biasanya friday night gw menghabiskan waktu dgn temen2 gw. Tapi ga ada yg mau, kata mereka film-nya kayaknya ga menarik, kayaknya film-nya berat, dll.
Yah, Jumat itu kami bertemu di djakarta theater. Sambil nunggu masuk studio kami makan pizza dulu. Dia datang telat sih. Datang2 langsung bilang gw lg bete berat jd gw ngajak lu nonton. Gw sih sdh menduga sebelumnya. Jadi Jumat malam itu dua orang stress berkumpul mencoba menikmati film yang katanya berat.
keasikan makan kami telat 5 menit.......ternyata film itu asik juga. banyak pernyataan2 bagus disana, jadi pengen nonton lagi, tapi bli dvd-nya aja deh. setelah selesai filmnya, gw dan ncy serempak nanya apanya yang berat......jadi ketawa deh......ternyata menurut kami film itu ga berat kok, biasa aja. trus gw nyeletuk, mungkin masalah hidup kita lebih komplek daripada yang digambarkan di film itu so kita mengangngap permasalahannya biasa kok.
Kenapa gw pengen sharing tentang film itu. Gw hanya melihat perbedaan cara gw dan aktor film itu menghadapi masalah.
Gw, dan kita semua, pasti punya masalah yang terkadang terasa sangat berat dan membebani kita. Terkadang kita harus menghadapi isu yang menjatuhkan kita. Nah ini dia perbedaannya. Sang aktor di film itu berusaha mencari tahu siapa yang menyebarkan isu yang membuatnya kehilangan orang yang disayang dan hampir kehilangan pekerjaan trus balas dendam deh. Sedangkan gw, gw tahu tapi gw diamkan saja. Sebel pastinya, bahkan bikin gw bete berhari-hari. Dan berkali-kali tentunya karena ternyata ga hanya dilakukan. Tp gw ga berpikir untuk balas dendam atau mencoba untuk konfirmasi isu itu, gw diemin aja. gw mikir ga ada gunanya gw makai cara yang sama. Dia kan hanya orang yang nyari perhatian aja. Biarkan saja dia.
Gw sadar pastinya akan ada orang yang mempercayai isu itu dan men-judge gw dari cerita satu versi saja. Kasihan sekali orang yang seperti itu, berarti pemikirannya belum matang karena tidak mau melihat dari berbagai sisi (bodo lah klo ini dianggap pembenaran diriku sendiri aja).
Ada sih yang coba konfirmasi, tp gw diam aja. Gw dengerin aja apa yang mereka tahu dan apa yang mereka pikirkan tentang gw, bahkan saran mereka buat gw. Gw ga peduli.
Tiap hidup pasti ini akan terjadi. masa bodo apa yang mereka pikirkan, emang gw pikirin. Yang penting gw menjalankan apa yang jadi kewajiban gw, menghargai hak orang lain juga dan terus belajar.
11/10/2010
Nah gw ngajak lah beberapa temen gw. Maklum biasanya friday night gw menghabiskan waktu dgn temen2 gw. Tapi ga ada yg mau, kata mereka film-nya kayaknya ga menarik, kayaknya film-nya berat, dll.
Yah, Jumat itu kami bertemu di djakarta theater. Sambil nunggu masuk studio kami makan pizza dulu. Dia datang telat sih. Datang2 langsung bilang gw lg bete berat jd gw ngajak lu nonton. Gw sih sdh menduga sebelumnya. Jadi Jumat malam itu dua orang stress berkumpul mencoba menikmati film yang katanya berat.
keasikan makan kami telat 5 menit.......ternyata film itu asik juga. banyak pernyataan2 bagus disana, jadi pengen nonton lagi, tapi bli dvd-nya aja deh. setelah selesai filmnya, gw dan ncy serempak nanya apanya yang berat......jadi ketawa deh......ternyata menurut kami film itu ga berat kok, biasa aja. trus gw nyeletuk, mungkin masalah hidup kita lebih komplek daripada yang digambarkan di film itu so kita mengangngap permasalahannya biasa kok.
Kenapa gw pengen sharing tentang film itu. Gw hanya melihat perbedaan cara gw dan aktor film itu menghadapi masalah.
Gw, dan kita semua, pasti punya masalah yang terkadang terasa sangat berat dan membebani kita. Terkadang kita harus menghadapi isu yang menjatuhkan kita. Nah ini dia perbedaannya. Sang aktor di film itu berusaha mencari tahu siapa yang menyebarkan isu yang membuatnya kehilangan orang yang disayang dan hampir kehilangan pekerjaan trus balas dendam deh. Sedangkan gw, gw tahu tapi gw diamkan saja. Sebel pastinya, bahkan bikin gw bete berhari-hari. Dan berkali-kali tentunya karena ternyata ga hanya dilakukan. Tp gw ga berpikir untuk balas dendam atau mencoba untuk konfirmasi isu itu, gw diemin aja. gw mikir ga ada gunanya gw makai cara yang sama. Dia kan hanya orang yang nyari perhatian aja. Biarkan saja dia.
Gw sadar pastinya akan ada orang yang mempercayai isu itu dan men-judge gw dari cerita satu versi saja. Kasihan sekali orang yang seperti itu, berarti pemikirannya belum matang karena tidak mau melihat dari berbagai sisi (bodo lah klo ini dianggap pembenaran diriku sendiri aja).
Ada sih yang coba konfirmasi, tp gw diam aja. Gw dengerin aja apa yang mereka tahu dan apa yang mereka pikirkan tentang gw, bahkan saran mereka buat gw. Gw ga peduli.
Tiap hidup pasti ini akan terjadi. masa bodo apa yang mereka pikirkan, emang gw pikirin. Yang penting gw menjalankan apa yang jadi kewajiban gw, menghargai hak orang lain juga dan terus belajar.
11/10/2010
No comments:
Post a Comment