lagi dengerin mp3 dan ternyata lagu yg tersaji berikutnya adalah lagu berjudul ayah. Langsung teringat perdebatanku dengan seorang teman beberapa hari yang lalu. Dia berkata seandainya ayahnya tidak dipanggil begitu cepat pasti dia kan dibimbing dan dibentuk menjadi pribadi yang berbeda dengan sekarang.
Saat itu aku bilang jadi kamu menyalahkan Tuhan atas dirimu sekarang, bukankah kamu ingin menjadi seperti apa adalah pilihanmu sendiri. Kalo begitu apa kabar dengan diriku yang bahkan belum sempat kenal dengan ayahku.
Haih....suka sekali aku berdebat dengannya. Yang ga tau mungkin heran ya kenapa kami sering seperti berantem dan ga akur, kesannya aku ga sopan kali karena dia lebih tua. Yang lain pada manggil kak aku seenaknya aja manggil dia. Hehehehe....... Padahal setelah itu sih kami akan biasa aja.
Ah....tak berani aku berandai-andai aku ada kesempatan mengenalmu ayah, karena aku tak menyesali setiap proses yang terjadi. Jatuh-bangun, bahagia-sedih, manis-pahit, datang-pergi.....dan semua rasa itu.....
Dan ku yakin kau sudah tenang ayah......tenang disana.....
Saat itu aku bilang jadi kamu menyalahkan Tuhan atas dirimu sekarang, bukankah kamu ingin menjadi seperti apa adalah pilihanmu sendiri. Kalo begitu apa kabar dengan diriku yang bahkan belum sempat kenal dengan ayahku.
Haih....suka sekali aku berdebat dengannya. Yang ga tau mungkin heran ya kenapa kami sering seperti berantem dan ga akur, kesannya aku ga sopan kali karena dia lebih tua. Yang lain pada manggil kak aku seenaknya aja manggil dia. Hehehehe....... Padahal setelah itu sih kami akan biasa aja.
Ah....tak berani aku berandai-andai aku ada kesempatan mengenalmu ayah, karena aku tak menyesali setiap proses yang terjadi. Jatuh-bangun, bahagia-sedih, manis-pahit, datang-pergi.....dan semua rasa itu.....
Dan ku yakin kau sudah tenang ayah......tenang disana.....
No comments:
Post a Comment