1. Ka, liat masalah ini itu. kantor lo udah nglakuin ini itu tp ga digubris jg ma yg berwenang. Pekerjaan yg sia-sia.
2. Ngapain sih ngurusin masa lalu, yg sekarang aja banyak problem. Apa masalah yg skarang nunggu dipecahin beberapa tahun lagi.
3. Bubarkan *********
4. Penghianat negara.
5. Lo tau ga Ka, kantor ini kan ada didorong dari darah Santa Cruz. klo tambah kacau kemana lagi para korban itu mo mengadu???? Disinilah harapan mereka.
6. Ka, ati2 ya. Jaga diri.
7. Jangan mati konyol Ka.
8. Lakukan apa yg harus kamu lakukan nak, jangan takut.
Jengkel, marah, sedih, emosi. Semuanya campur aduk, kedatangan gerombolan dan kondisi saat ini sendiri menghancurkan hariku.
Komen-komen itu di satu sisi membuatq bener-bener down. Bagaimana tidak, kami tidak hanya maksimal tp ini dah pol-polan tp dianggap ga maksimal bahkan sia-sia.
Tp ada jg sih yg menguatkan, untuk tetap melakukan sesaui dgn keharusanq dan apa yg menjadi kata hatiq.
Mungkin hari ini tak terjadi apa-apa, tp bagaimana ya next. siapa yg bisa jamin next tidak akan ada kekerasan yg bisa membunuh atau melukai kami. Pernahkan itu mereka pikirkan.
Kerja seperti ini kan emang harus bicara setiap saat. melakukan ini itu. Yang berwenang ga melakukan kewajibannya, yaaa kami akan bicara terus. Mereka melakukan kewajibannya ya tetap harus bicara agar terjaga keadilannya. Lo bicara aja masih sering tidak didengarkan apalagi kalo ga bicara, mereka pasti akan sangat lelap di mimpinya.
Aku diingatkan klo darah mereka (santa cruz, semanggi, 65, priok, dll) masih berteriak minta keadilan. Korban dan keluarganya masih perlu jalan. Siapa bilang ini semua bisa instan dan mudah. Justru kami sadar ini butuh waktu yg lama, bahkan sangat lama. Saling menguatkan dan tidak putus asa wlo dibilang ini sia-sia. Bahkan kami sadar mungkin ini semua tidak akan selesai di periode kami, mungkin nanti di periode anak cucu kami, penerus kami.
Masa lalu kami urus, agar korban dan keluarganya mendapat keadilan. Agar mereka bisa tenang disana. Agar di masa sekarang dan yang akan datang tidak akan terjadi lagi. Kami tetap mengurus masa lalu wlo dibilang sia-sia.
Kami juga tetap mengurus yg sekarang kok. Buktinya hari ini kami 'dikunjungi'. Sebenarnya sih sering banget kami 'dikunjungi', tp hari ini banyak lho pengunjungnya. Tuain banyak tp sedikit penuai, kami juga urus kok wlo dibilang sia-sia.....
Kuatkanlah aku Tuhan, wlo dibilang sia-sia.
19/02/2011
2. Ngapain sih ngurusin masa lalu, yg sekarang aja banyak problem. Apa masalah yg skarang nunggu dipecahin beberapa tahun lagi.
3. Bubarkan *********
4. Penghianat negara.
5. Lo tau ga Ka, kantor ini kan ada didorong dari darah Santa Cruz. klo tambah kacau kemana lagi para korban itu mo mengadu???? Disinilah harapan mereka.
6. Ka, ati2 ya. Jaga diri.
7. Jangan mati konyol Ka.
8. Lakukan apa yg harus kamu lakukan nak, jangan takut.
Jengkel, marah, sedih, emosi. Semuanya campur aduk, kedatangan gerombolan dan kondisi saat ini sendiri menghancurkan hariku.
Komen-komen itu di satu sisi membuatq bener-bener down. Bagaimana tidak, kami tidak hanya maksimal tp ini dah pol-polan tp dianggap ga maksimal bahkan sia-sia.
Tp ada jg sih yg menguatkan, untuk tetap melakukan sesaui dgn keharusanq dan apa yg menjadi kata hatiq.
Mungkin hari ini tak terjadi apa-apa, tp bagaimana ya next. siapa yg bisa jamin next tidak akan ada kekerasan yg bisa membunuh atau melukai kami. Pernahkan itu mereka pikirkan.
Kerja seperti ini kan emang harus bicara setiap saat. melakukan ini itu. Yang berwenang ga melakukan kewajibannya, yaaa kami akan bicara terus. Mereka melakukan kewajibannya ya tetap harus bicara agar terjaga keadilannya. Lo bicara aja masih sering tidak didengarkan apalagi kalo ga bicara, mereka pasti akan sangat lelap di mimpinya.
Aku diingatkan klo darah mereka (santa cruz, semanggi, 65, priok, dll) masih berteriak minta keadilan. Korban dan keluarganya masih perlu jalan. Siapa bilang ini semua bisa instan dan mudah. Justru kami sadar ini butuh waktu yg lama, bahkan sangat lama. Saling menguatkan dan tidak putus asa wlo dibilang ini sia-sia. Bahkan kami sadar mungkin ini semua tidak akan selesai di periode kami, mungkin nanti di periode anak cucu kami, penerus kami.
Masa lalu kami urus, agar korban dan keluarganya mendapat keadilan. Agar mereka bisa tenang disana. Agar di masa sekarang dan yang akan datang tidak akan terjadi lagi. Kami tetap mengurus masa lalu wlo dibilang sia-sia.
Kami juga tetap mengurus yg sekarang kok. Buktinya hari ini kami 'dikunjungi'. Sebenarnya sih sering banget kami 'dikunjungi', tp hari ini banyak lho pengunjungnya. Tuain banyak tp sedikit penuai, kami juga urus kok wlo dibilang sia-sia.....
Kuatkanlah aku Tuhan, wlo dibilang sia-sia.
19/02/2011
No comments:
Post a Comment