Sebagai orang yg bekerja di bidang hak asasi manusia aku cukup bahagia dengan keluarga mamaku yang pluralisme, keluarga bapak jg sih. maklum aku memang hanya kenal keluarga dari mama saja.
Salut untuk nenek dan kakekku yang tidak pernah memaksakan agama mereka pada anaknya. Jadi ketika sejak kecil salah satu om aku memilih beragama yg tidak sama mereka tidak ada masalah. Mereka sendiri jg bukan orang yg terlalu rajin ke gereja dan masih menerapkan kejawen, mereka adalah orang baik dan cukup disegani di masyarakat desa. Kupikir ga ada salahnya lah, daripada beragama tp anarki kan.
Pluralisme kembali dikenalkan ketika mama menikah dengan papaku yang berbeda suku. Hal ini kemudian diikuti oleh adiknya yg kelima. Pluralisme yang tak kalah unik ketika tanteku yg katolik menikah dengan laki-laki muslim. Dan akirnya mereka memilih untuk tidak sholat maupun tidak ke gereja. Dulu, ketika aku masih belum mengerti sering menyesali tindakan om dan tanteku itu. Tapi kalau sekarang aq tidak menyalahkan atau menyayangkan itu. Itu kan pilihan mereka dan aku sangat menghormatinya. Justru aq sering kasihan karena mereka terbeban dengan segala nilai-nilai yg ada. Salut sih mereka bisa cuek menjalani ini semua sampai sekarang. Natal dan idul fitri mereka masih sama-sama merayakan kok, dengan cara mereka sendiri tentunya. Anaknya....well, mereka mengenalkan hanya pada satu agama tp its fine for me. Selama ini kan kita saja yg suka ribut dan membuat pusing dengan hal-hal seperti ini. padahal Tuhan ga perlu dibela lho.
Well, hari ini aky baru tau ternyata keluarga papaku juga. Kakek aku waktu itu mengangkat anak seorang etnis cina dan sampai dengan saat ini keturunan mereka jg memakai farm yg sama dengan aku. Dan memang kami satu keluarga kan, ga usah meributkan aslinya etnis apa. Sejarah memang perlu diketahui, tp bagaimana menjalani saat ini dengan rukun itu yg lebih penting. Jd tau aku kenapa di fb aq menemukan banyak farm yg sama tp terkadang etnisnya beda, saudara aq bukan sih. Terjawab sudah, kami semua bersaudara satu farm - satu Tanlain. Btw kita kan emang semuanya bersaudara keturunan adam dan hawa (yah klau percaya).
Look at my family. Beda agama, beda suku, beda etnis, dan perbedaan yg lain tp kami masih bisa rukun. Heran aku ma orang-orang yg suka berfanatik ria dan menganggap kaumnya lebih baik yg lain harus disingkirkan. Kayaknya mereka ga berasal dr keluarga yg plural kali ya, hehehehehe.
I love my family dah....
16/06/2011
Salut untuk nenek dan kakekku yang tidak pernah memaksakan agama mereka pada anaknya. Jadi ketika sejak kecil salah satu om aku memilih beragama yg tidak sama mereka tidak ada masalah. Mereka sendiri jg bukan orang yg terlalu rajin ke gereja dan masih menerapkan kejawen, mereka adalah orang baik dan cukup disegani di masyarakat desa. Kupikir ga ada salahnya lah, daripada beragama tp anarki kan.
Pluralisme kembali dikenalkan ketika mama menikah dengan papaku yang berbeda suku. Hal ini kemudian diikuti oleh adiknya yg kelima. Pluralisme yang tak kalah unik ketika tanteku yg katolik menikah dengan laki-laki muslim. Dan akirnya mereka memilih untuk tidak sholat maupun tidak ke gereja. Dulu, ketika aku masih belum mengerti sering menyesali tindakan om dan tanteku itu. Tapi kalau sekarang aq tidak menyalahkan atau menyayangkan itu. Itu kan pilihan mereka dan aku sangat menghormatinya. Justru aq sering kasihan karena mereka terbeban dengan segala nilai-nilai yg ada. Salut sih mereka bisa cuek menjalani ini semua sampai sekarang. Natal dan idul fitri mereka masih sama-sama merayakan kok, dengan cara mereka sendiri tentunya. Anaknya....well, mereka mengenalkan hanya pada satu agama tp its fine for me. Selama ini kan kita saja yg suka ribut dan membuat pusing dengan hal-hal seperti ini. padahal Tuhan ga perlu dibela lho.
Well, hari ini aky baru tau ternyata keluarga papaku juga. Kakek aku waktu itu mengangkat anak seorang etnis cina dan sampai dengan saat ini keturunan mereka jg memakai farm yg sama dengan aku. Dan memang kami satu keluarga kan, ga usah meributkan aslinya etnis apa. Sejarah memang perlu diketahui, tp bagaimana menjalani saat ini dengan rukun itu yg lebih penting. Jd tau aku kenapa di fb aq menemukan banyak farm yg sama tp terkadang etnisnya beda, saudara aq bukan sih. Terjawab sudah, kami semua bersaudara satu farm - satu Tanlain. Btw kita kan emang semuanya bersaudara keturunan adam dan hawa (yah klau percaya).
Look at my family. Beda agama, beda suku, beda etnis, dan perbedaan yg lain tp kami masih bisa rukun. Heran aku ma orang-orang yg suka berfanatik ria dan menganggap kaumnya lebih baik yg lain harus disingkirkan. Kayaknya mereka ga berasal dr keluarga yg plural kali ya, hehehehehe.
I love my family dah....
16/06/2011
No comments:
Post a Comment