Tanggal 29 bulan ini harusnya aku memasuki tahun keempat di dunia perbankan. Tapi tidak, justru aku telah menjalani 7 bulanku di dunia yang sangat berbeda.
Masih kuingat jelas hari pertamaku menjadi trainee. Mereka langsung menerangkan peraturan yang berlaku disana, sepatu highheel min 5 cm, dandan lengkap (bedak, blusk on, lipstik wajib hukumnya), aksesoris tidak boleh melebihi tujuh titik, baju harus begini begitu.....ribet banget. Secara aq dulu ga suka dandan, dan sekarang disuruh wajib dandan. Fuih.......
Dunia perbankan sebenarnya bukan pekerjaan pertamaq. Gw sebelumnya bekerja di penerbitan sebagai editor junior. Gw jadi editor buku pkn untuk smp, trus sempet juga mengedit profil propinsi dan buku budidaya beberapa tanaman atau peternakan. Yang terakhir ga nyambung banget ya, gw berkenalan dgn istilah-istilah pertanian. Nambah ilmu sih. Temen-temen gw waktu itu juga asik-asik. Kita sering jalan bareng stelah kantor. Bahkan kita bareng-bareng nginep di kantor karena harus ngejar deadline.
Walo tempat kerja gw masih di Bekasi, tp gw mutusin bt kos biar ga kawatir pulang malam demi deadline. Kosan gw deket banget ma kantor, tinggal jalan aja. Kosannya campur cewek cowok, tp gw ga ada maslah dengan itu. Mereka semua baik-baik, apalagi ada senior di tempat kerjaan yang juga kos disana.
Gw betah dengan pertemanan disana, tapi gw merasa gajinya kecil sekali jadi gw mutusin untuk keluar dari sana. Sementara gw ngangur gw bantuin usaha tante gw. Dan akhirnya tiga tahun yang lalu di bulan juli gw masuk ke dunia perbankan. Ilmu baru lagi, banyak yang harus gw pelajarin. Debet, kredit, transaksi via atm/ib/mb, cara cek kondisi atm, cara cek lokasinya, cara blok kartu atm/kartu kredit, merubah trx jadi cicilan,kalau lagi iseng melihat trx orang.
Gw sering merasa pas gw masuk lagi ketiban sampur kesialan. Begini, disana ada 3 macam cs : perbankan, karu kredit dan multi. Perbankan atau kartu kredi t pastinya sudah jelas, mereka akan menangani produk perbankan atau kartu kredit tergantung mereka termasuk yang mana. Kalau cs multi itu artinya mereka harus menguasai keduanya, baik perbankan maupun kartu kredit. Dah kebanyang dunk berapa betapa bejibunnya hal yang harus dikuasai oleh seorang cs multi. Kenapa gw bilang ketiban sampur kesialan....yah ini semua karena gw jadi agent multi yang ternyata gajinya sama dengan cs perbankan atau cs kartu kredit. Yang ditangani lebih banyak tapi pendapatan sama, bikin sebel kan. Kalau dikeluhkan mereka bilang semua sesuai dengan kontrak, padahal di kontrak ga dicantumin gw bakal jadi cs multi. Dan mereka pun ga pernah bilang kalau ada 3 jenis cs. Kalau meraka bilang ga akan mau gw jadi cs multi dengan gaji yang sama degan cs yang hanya satu skill. Kalau gw meminta kenaikan gaji selalu saja dibilang ga bisa. O iya, gw belum cerita ya kalau memang gaji gw disana lebih baik dari gaji gw di penerbitan sebelumnya. Karena kenaikan gaji tidak memungkinkan maka gw dan beberapa temen yang vokal meminta keadilan dengan me-meultikan seluruh cs........yah...pelan-pelan ide n ini nantinya dijalankan juga......biar adil........
Tahun pertama gw sangat berat. Masa trainee gw 3 bulan, setelah itu gw jadi cs part time dulu. Tapi sebenarnya sih lebih enak jadi part time, pendapatan lumayan dan gw ga harus ribet mengejar reward ini itu. Selain itu karena jam kerja yang singkat berarti tidak banyak keluhan yang harus gw tangani juga.
Setelah part time kira-kira 3 atau 4 bulan akhirnya gw jadi cs full. Nah stress luar biasa dimulai.karena status gw cs multi, gw tuh merasa seperti robot. Ketika tombol perbankan dimulai maka gw harus jadi cs perbankan, dan ketika tiba-tiba tombolnya diganti kartu kredit maka gw harus langsung berubah juga jadi cs kartu kredit seketika itu juga. Yah kadang-kadang mereka main ubah tanpa konfirmasi dulu, jadi kita ga ada persiapan. Kalau kita memprotes mereka hanya menjawab itulah multi yang harus siap kapan saja. Sial........emang enak jadi robot, ga cuma produknya beda, prosedurnya beda dan aplikasinya kan juga beda. Benar-benar robot......nightmare everyday......
Gambaran ‘kenelongsoan’ gw seperti ini :
1. Kami punya dua skill tapi dibayar sama dengan yang satu skill
2. Skill basic kami perbankan, tapi setiap case yang kami tangani hampir semua kartu kredit tapi penilaian kami tetap di perbankan. Bisa bayangin dunk mungkin di pagi hari kami masih fresh, tp hanya menangani 2 customer perbankan. Setelah itu sampai sore kartu kredit terus, baru menjelang pulang balik lagi ke perbankan. Otomatis udah sangat lelah jadi layanan perbankan yang ditarik sample hari itu pun seadanya. Gw tau banyak juga sih yang tetap bagus, tapi itu juga tergantung pada siapa hari itu yang ngatur penugasan dan tingkat kedekatan kita dengan pengatur. Kalau spv-nya sendiri otomatis aman, tp klo spv lain dan kita ga deket ya pasrah aja lah.....
3. Ribetnya membuka aplikasi klau tiba-tiba kami diganti ke kartu kredit padahal customer sudah menunggu
4. Pada waktu itu, nasabah kartu kredit itu yang harus kami tangani buanyaaaak sekali. Jadi mereka harus menunggu lama agar bisa berbicara dengan kami. Ya udah bisa dibayangin dunk, begitu kami sapa isinya marah-marah karena harus menunggu lama. Udah ga kehitung deh berapa kali kami harus mendapat omelan setiap harinya. Semoga nasabah yang ngomelnya terlalu itu ga punya anak yang bekerja seperti kami, karena gw ga yakin dia akan sanggup mendengar cerita bagaimana pekerjaan anaknya.
5. Dan yang paling menyebalkan, multi inilah yang paling tereksploitasi. Bagaimana tidak, ketika perbankan overload kami akan ditarik kesana. Ketika load perbankan menurun dan kartu kredit naik kami dipindah ke kartu kredit, ga ada rilexnya sama sekali. Coba yang satu skill, mereka bisa nyuru waktu bernapas lega waktu load menurun, sedangkan kami setiap hari overload karena kartu kredit dan perbankan selalu bergantian overloadnya.
Gw mau mengeluh bagaimana pun ,dengan dalil apapun tapi pihak managemen ga pernah peduli. Apalagi kalau mau dibongkar kontrak kerjanya pun menyalahi uu ketenagakerjaan yang ada, karena berapa lama pun kami mengabdi disana tetap akan jadi karyawan kontrak. Gw tahu sih take home-nya lumayan, yah inilah kelemahan sistem outsourcing. Gw selalu berharap nantinya bisa mendapatkan perkerjaan yang lebih baik, tidak hanya lebih baik materinya tapi pekerjaan yang berguna juga buat sesama tidak komersil, syuku-syukur gw nantinya bisa memerangi ini. Yah pada saat itu gw masih memilih untuk stay, dengan segala ekspresi gw menanggapi itu semua dan dengan harapan nantinya gw bisa dapat yang lebih baik.
Beruntunglah waktu itu gw punya tim dan spv yang baik. Spv gw ini baru diangkat dan kebanyak temen gw satu team juga anak2 baru angkatan gw. Gw sering banget ngeluh ma dia. Tapi gw juga tau sih, bukan dia decision maker-nya.
Kantor gw ada di sudirman, tapi karena sewanya sudah mau habis disiapkan tempat baru yaitu di slipi. Kami pindah ke slipi bulan desember 2007. Namun ternyata gw ga lama disana. Karena banyaknya cs yang diperlukan namun tempat yang terbatas, mereka membagi menjadi dua tempat slipi dan sudirman. Gw dikirim kembali ke sudirman. Pada waktu itu ada rumor kalau yang dikirim ke sudirman adalah agen yang nakal. Tapi gw ga peduli. Gw harus berpisah dengan teman-teman dan spv gw karena dia tetap ditempatin di slipi, dan dia segera mendapat pekerjaan baru juga sih tak berselang lama gw ke sudirman. Di sudirman kami terkelompok dalam beberapa gank, karena tempat duduknya emang bergang-gang. Hehehehe. Tapi kami sebagai kesatuan warga sudirman sih rukun-rukun saja, hanya tingkat kedekatan saja yang berbeda.
Keadaan robot blum ada perubahan di awal keberadaan gw di sudirman lagi. Apalagi spv baru jadi gw belum terbiasa curhat dengannya. Gw dan multi lainnya benar-benar stress dengan kondisi ini. Yah........akirnya kami pada waktu itu melakukan tugas dengan sesuka hati. Keadaan makin parah ketika beberapa senior harus naik menjadi cs nasabah prioritas, dan ada beberapa cs yang harus menjadi english agent, makin sedikitlah robot korban. Sudah ga tahan lagi, akirnya gw dan the gang hari itu sepakat untuk tidak mau mengerjakan tugas kami. Hari itu kami duduk di tempat biasa, berdiam diri dengan muka yang angker dan hanya sedikit sekali mengerjakan tugas kami. Kami sudah ga peduli kalau nantinya dengan ulah kami mereka akan memecat kami.
Sore itu sebelum gw and the gank pulang, gw melihat mereka rapat. Keesokannya walo hari sabtu gw and the gank ada jadwal masuk. Dan disanalah gw dipanggil sama spv baru gw. Saat itu gw ditanyain kenapa dan lain-lain. Yah gw omongin aja kalau gw capek jadi robot dan apa sih yang sebenarnya dirasain sama cs multi itu. My new spv berusaha mengerti dan menginfokan kalau besok senin akan ada beberapa anak baru yang nantinya akan membantu kami tapi memang butuh waktu dulu sampai meraka siap dan bisa. Gw and the gank diminta bersabar dan bertahan dulu.
Ok deal......dengan catatan jangan lama-lama. Akhirnya cs kartu kredit ditambah, datang anak-anak baru. Ketika kami merasa jumlah meraka sudah memadai kami membuat perjanjian baru, kami ga mau dirubah ke kartu kredit lagi tapi kalau ada nasabah yang salah kamar tetap akan kami layani apalagi soal pemblokiran.
Finally i back to my basic skill, pbk. Gw akuin sih walau gw ga cukup teliti soal laporan, sering salah nyantumin tanggal atau salah klik jenisnya. Ga menimbulkan kerugian finansial untuk nasabah tapi menimbulkan kerugian buat gw sendiri.
Ga berapa lama gw dipindah ke sudirman, gw nyari kosan. Yah biar ga cepek hilir mudik tiap hari bekasi-jakarta. Berawal dari masuk kosan yang hanya bawa tas isi baju, sampai akirnya ngumpulin duit buat ngisi ini itu. Parahnya badan gw yang sudah sempet turun jadi naik lagi dah.....payah deh.
O ya, peraturan wajib dandan masih terus berlaku. Tapi gw dikenal sebagai orang yang males dandan. Selalu saja ada alasan atapun bantahan pada spv yang negor. Karena makin lama makin senior dan spv-nay dah kayak temen sendiri, mereka juga ga streng banget soal itu. Sampai akirnya suatu hari, waktu itu gw tugas jagain anak baru ketemu ma kabiro gw dan ditegur karena ga dandan. Bukan ga dandan, tp gw cuma pake bedak dan lipstik tipis, secara muka gw berminyak dan itu dah siang jd luntur deh. Karena yang negur dah kabiro jadi gw nurut deh, hehehehehe. Keesokan harinya pas gw ga dandan lagi, spv-spv itu ngecenging gw apa minta ditegr langung ma kabiro lagi. Sial........akirnya nurut dah gw.
Sampai pertengahan tahun kedua gw orang masih saja datang dan pergi, pergi karena married atau dapat yang lebih baik. Kebetulan yang pergi adalah agent-anget english. Salah satu gank gw ada yang udah jadi english agent, tapi kan ga mungkin dia sendirian. Gw ditawarin ma spv gw, tp gw ga mau. Ga pede lah.....gw dah lama baget ga mempraktekkan english gw. Lagipula temen gw itu dah jago banget, sedangkan gw dah banyk lupa. Setiap gw ditugasin jadi english agent selalu mencak-mencak. Tapi spv gw juga ga berhenti nugasin gw. Pas kami lagi coaching gw bilang kalau jangan nugasin gw lagi jadi english agent. Dia bilang kalau gw sebenernya bisa tapi ga pede aja. Gw ditantang masak kuliah hi tapi ga bisa. Sial.......tp justru gw termotivasi bt nyoba, gw tertantang untuk membuktiin gw bisa. Akhirnya pertengahan tahun kedua itu gw menjadi partner andrea jadi english agent.
Keenakan jadi english agent adalah sedikit nasabah yang harus kami tangani. Walo ga ada reward lebih untuk ini, tapi gw dah ga perlu nyangkul lagi kayak dulu. Lumayanlah daripada lu manyun, walau gaji sama tapi kerjaan lebih ringan. Yah.....kesenjangan lagi deh. Tapi kali ini gw ga protes karena posisi lebih enak. Terkesan mau enaknya sendiri ya, tp gw ga peduli. Berapa lama waktu itu gw harus mencangkul, boleh dunk sekarang gw yang bisa menarik napas dengan lega. Egois ya, tapi gw merasa layak dapat itu.
Nah, ga enaknya adalah ga ada spv yang back up. Pernah ada satu sih tapi akirnya ditarik ke outsourcenya. Jadi mo bagaimanapun ngamuknya tuh bule, betapa ngototnya mereka mo bicar ma atasan, kami tetap harus menghadapinya seorang diri.
Gw dan adrea jadi bisa ngobrol, bahkan sampai kami kehabisan bahan mo ngomongin apa lagi. Yang ada paling diem, bengong ga jelas nunggu cutomer. Ada cerita lucunya juga, si andrea diajak makan malam. Kalau gw ditawarin jadi sekretaris. Waktu itu english ga terlalu diambil pusing samplenya, jadi kadang-kadang kalau ada yang nawari yah gw tanggepin aja. Sapa tau lebih baik ya.
Kemampuan conversation gw meningkat, walau pastinya lebih bagus andrea tapi ga jarang gw menerima pujian dari customer kalo english gw juga ok jadi bisa membantu mereka. Mereka sering mengeluhkan kalau pas bukan gw atau andrea yang nanganin suka di-hold lama atau kadang-kadang malah ga ketemu solosinya.
Gw masih tetap multi, jadi kadang-kadang gw masih ditugasin nanganin perbankan juga. Secara penilaian gw emang di perbankan, belum ada kategori penilaian untuk english. Tak jarang juga sekaang kami yang minta stop dulu ditugassin englih dan minta ke perbankan sebentar saking bosennya bengong. O ya, mungkin kalau ada dari sudirman, duet kami berdualah yang menang....hehehehehe, narsis ya. Tapi itulah kenyataannya. Kalau udah ada kami berdua tak perlu kawatir dah.
Ga semua di gank jadi english agent. Yang lain masih harus mencangkul di lahannya masing-masing. Kadang-kadang mereka ngomel-ngomel liat kita magabut. Banyak agent lain juga yang suka ngecengin kami magabut. Tapi kita sih cuek aja, kita tinggal ngomong kalau mau silahkan join kita.... walau anggota gank lain sibuk kerja kita yang magabut juga ga berdiam diri kok. Kita bantu mereka kalo lagi butuh dicariin apa, atau meriksa laporannya...yah saling dukung lah...
Seperti gw bilang disana datang dan pergi. Awal-awal kembali ke sudirman gw berpisah ma temen-temn team dan spv pertama gw. Walau tak lama kemudian spv pertam gw resign karena dapat yg prosepeknya lebih bagus. Sedih gw kehilangan dia. Gw harus merasakan kesedihan lagi ketika sobatq-intania si cewek sunda tp style batak itu juga resign. Gw tahu dia dapat yang lebih baik. Gw dah terbiasa share ma dia tiap harinya, ga bisa bayangin gw kalau dia ga ada, wlo andrea dan livi masih disana. Biasa nangis bareng, makan bareng, curhat bareng dan akirnya gw bakalan jarang sekali mengalami momen-momen itu lagi. Gw tuh dah nganggep dia sodara sendiri. Duh sedih banget deh pokoknya.
Kami masih sering kontak sampai sekarang, namanya juga sodara. Sekarang dia dah punya baby. Imut banget dah. Kemarin gw ngingetin dia kalo 3 tahun yang lalu di bulan Juli awal-awal gw ketemu dia dan sekarang sudah banyak perubahan yang terjadi.
Datang dan pergi terus berlanjut, gw mau tak mau membiasakan diri tanpa kehadiran intania dan berturut-turut beberapa senior lain juga pergi. Si andrea akirnya juga ditarik menjadi cs nasabah prioritas. Sampai-sampai senior cs gw yg cewek tinggal si nawe doang, klo cowok sih masih banyak. Nawe resign gw jadi jadi cewek paling senior di sudirman. Fuih......lu bisa bayangin lah betapa semaunya gw...hehehehe......Temen deket gw spv pula. Gw dan gank emang terkenal muka ga ramah ma anak baru, dan klo ga terpaksa anak baru ga pernah ditandemin ma gw or andrea, secara mereka juga ga akan banyak dapat ilmu karena nasabah kita sedikit. Kita sih mukanya aja yang sering ga ramah, klo yang udah kenal kita pada bilang kok kalau kita baik-baik aja, ga judes. Kadang-kadang lucu juga denger mereka ngomongin kita, yang belum kenal pasti akan bilang kita judesnya amit-amit, karena kalau ada anak baru yang salah kita tanpa tedeng aling-aling akan negor. Dan kalau anaknya udah kenal ma kita mereka belain kalau kita sebenernya baik hanya mereka aja yang belum kenal jadi ga tau sebenarnya kita gimana. Lucu denger perdebatannya. Tapi kita ga ambil pusing atau berusaha merubah keadaan, gank gw sikapnya tetap sama aja.
Spv ke dua gw walaupun batak tapi dia juga baik banget. Dia selalu bisa ngertiin kondis anak-anaknya. Bahkan dia rela backup gw waktu gw sedang mencoba keberuntungan di tempat lain. Dia juga jadi temen share yang enak. Jadwal coaching dibuat dengan ngobrol santai, kalo ada spv yg lain nanya coaching kok ngobrol dia cuma akan komentar gw dah senior ga butuh lagi coaching. Tapi itu sih kadang-kadang doang. Yah latihannya sih tetep ada.
Sayang kita semua harus diroling. Team gw dipecah lagi, gw dapet spv baru lagi. Awal-awal gw dengan spv ketiga gw cukup berat. Gw maunya gini dia maunya lain, kami sama-sama keras kapala pula. Awal-awal dipindah gw masih lari ke abang buat kalau ada case. Gw sadar sih ga bisa selamanya gitu, gimana juga gw sekarang ada spv baru, dan spv baru itu juga berusaha beradaptasi dan menyadari kalau anak-anaknya yang sekarang ga sama dengan yang dulu dan penanganannya juga harus beda. Akhirnya gw juga akrab sih ma dia, tapi bertengkar adalah kegiatan rutin yang ga boleh kita lalui.
Perubahan tempat lagi, unit kami tidak lagi di sudirman dan slipi tapi slipi dan bsd. Jadi setengah slipi dan setengah sudirman dipindah ke bsd, sisa dari sudirman pindah ke slipi. Waktu itu kontrak gw dah mo habis. Gw males pindah ke slipi karena berarti gw akan kehilangan kesenioran gw, disana masih ada yang lebih dedengkot dari gw, dan kemungkinan bisa balik jadi robot lagi...Tapi kalau bsd juga jauh banget. Gw berpikir ngabisin kontrak aja terus resign, jadi gw minta ke slipi aja yang masih lumayan deket dari kosan.
Benar dugaan gw, pindah ke slipi berarti kembali menjadi robot. Tapi kalau hari itu yang ngatur penugasan spv ex sudirman baru deh gw aman alias bisa magabut. Gw males kayak dulu lagi, dah sakit hati karena dulu merasa kayak robot. Tapi bentar lagi lebaran, lumayan thr-nya euy. Jadi gw tanda tangan pernpanjangan kontrak lagi.
Tahun ketiga, ga perlu banyak yang gw sampein. Yah udah ga sekejam tahun pertama tapi juga ga senyaman akir pertengahan tahun kedua. Tidak lama setelah lebaran, tepatnya bulan september gw mengajukan resign yg akan efektif oktober akhir. Gw dah jenuh luar biasa. Nyokap gw juga mendukung gw cari yang lebih baik lagi aja karena disana ga berprospek. Dia juga mengijinkan gw melanjutkan s2 lagi kalau gw mau, dulu soalnya dia belum memperbolehkan. Sudah bulat niatku ninggalin dunia cs. Ga peduli gw harus ngangur dulu tapi gw yakin pasti ada jalan dapat yang lebih baik. Spv gw sebenarnya mengajukan nama gw untuk pindah bagian, tapi gw dah benar-benar di titik malas jadi pas ditanya pun gw jawabnya sekenanya atau lebih tepatnya kritikan, jadi ga kepindah deh....heheheheh......
Banyak yang mempertanyakan keberanian gw resign dari sana karena waktu itu gw emang belum ada perkejaan baru. Gw sih cuek aja. Gw dah ancang-ancang mau s2 juga sih, mumpung ada suport dari ortu. Ntar gw mo pulang kampung, s2 di solo sambil cari kerjaan sambilan buat bayar spp lah. Tapi memang setelah resign gw ga langusng pulang. Di sisi lain masih pengen kerja juga. Jadi gw bikin target sendiri, kalau sampai januari ga dapat kerjaan yang lebih baik baru gw pulang.
Sebulan terakhirku disana gw juga mengikuti beberapa tes cpns. Nyokap pengennya gw emang jadi pns aja. Bahkan keinginan mama ini ditanamkan sejak kecil. Dia dulu ngarahin gw masuk akademinya dia biar ntar bisa gantiin dia, atau kalau ga masuk di fakultas hukum biar berpeluang masuk departemen yang sama. Tapi dulu gw ga mau, gw minta ijin untuk memilih sendiri. Pas lagi stres dengan tugas cs gw kadang berkhayal kalau dulu gw nurut ma mama mungkin ga kayak gini kali ya. Tapi ga ada gunanya menysal kan, itu kan pilihan gw sendiri. Justru gw harus buktiin pilihan gw ga salah.
Ada beberapa departemen yang membutuhkan lulusan jurusanku. Emang ga semua gw lamar,tapi deplu pasti karena sesuai jurusan. Nah bulan terakir gw jadi cs, gw ribet ngurus ini itu untuk keperluan tes cpns itu. Ga ada habisnya g bertengkar sama spv gw, saling mendiamkan dsb. Gw tahu sih gw ketidakhadiranku merusak performance team kami, tapi gw juga minta tolong ma dia untuk mengerti gw sedang mencoba peruntungan di tempat lain juga. Kasian juga sih dia karena gw banyak sekali ga masuknya. Akirnya gw minta resign gw dipercepat. Harusnya gw berakir tanggal 24 atau 26 (gw dah lupa) tapi dimajukan. Jadi gw diitung ngabisin cuti langsung resign. Yah itu lebih baiklah daripada performance team hancur banget gara-gara gw, dan gw juga jadi lebih bebas ikut proses tes cpns.
Gw lupa tanggal berapa di bulan oktober itu gw ada disana. Tapi gw masih inget banget kalau pada saat gw resign itu sedang terjadi gempa. Bisa bayangin ga gw turun dari lantai 16 dengan bawa-bawa barang yang ada di loker dan beberapa pakaian karena gw akan langsung ke Bandung. Pada saat itu memang sedang sering terjadi gempa. Sebelumnya kami juga megalami hal yang sama harus turun dari lantai 16 karena ada gempa, dan kami merasakannya sangat kuat waktu itu. Keesokan harinya kaki langsung pegal semua dan butuh beberapa hari untuk pulih. Untung yang kedua itu ga bikin kaki gw pegel karena gw turunnya pelan ga lari sperti waktu itu. Gw ke bandung dalam rangka ujian, kalo pegel bisa cilaka dua belas gw. Untungnya ga terjadi karena belajar dari pengalaman sebelumnya.
Di sudirman pun kami pernah terpaksa turun dari lantai 8 lewat tangga darurat karena ada kebakaran. Dan pastinya pegel kaki keesokan harinya.
September gw keluar dari kosan dan balik ke bekasi. Baru beberapa hari di bekasi gw dapat panggilan interview. Gw dapat pekerjaan baru sebagai team leader telecleansing di cimb niaga. Orang yang dibawah team gw lumayan banyak, ada 18 orang. Team gw ada yang anak baru, tapi ada juga yang udah pengalaman. Sebenarnya agak berbeda dengan yang dulu, tapi karena gw team leader jadi kan tinggal memanage team gw aja....hehehehehe..... Gw emang keras dan cerewet ma anak team gw, tapi gw ga menutup diri dengan mereka. Kalau ada yang pengen dishare gw open-open aja. Gw juga suka jalan bareng ama mereka. Gw juga ga segan merjuangin pembayaran mereka. Anak-anak yang baru masuk dunia ini mungkin kaget dengan cara gw, secara gw nerapin standar dan target yang tinggi. Tapi mereka akirnya sadar sih kalau itu juga demi mereka. Gw sih puas karena walau team leader baru gw cukup bisa memanage team gw. Hasil anak-anak gw bagus-bagus lho, tapi klau pas gw ga masuk hasilnya ga semaksimal kalau gw ada.
Gw enjoy sebagai team leader, tapi waktu itu gw juga masih mengikuti tes lanjutan cpns. Itulah kenapa gw juga kadang-kadang ga masuk.
Jangan dikira kantor baru gw di Jakarta ya. Kami ditempatkan di karawaci, tapi emang sih ada mobil jemputan. Di depan kantor ada mall, jadi makan siang sering ke mall. Dulu ga boleh bawa hp ke ruangan, sekarang bisa....hehehehe.....Sekarang bisa bawa makanan di meja, sayang tetap ga bisa internetan. Anak team juga boleh bawa hp tapi kita semua silent-kan. Makanan juga boleh tapi tetap rapi. Yah itu sebagai sedikit penghibur karena standar dan target tinggi yang gw kasih...heheheheh. Mami ga mau tau pokoknya harus complete sekian, incomplete sekian, ini sekian, itu sekian....itu adalah kata-kata suka gw ucapin.
Sampai malam itu gw masih di mobil jemputan ada telp dari katanya staff KH. Kok malam-malam ada apa. Dia bilang dua hari lagi datang buat pemberksan. Lha emang gw lulus apa kok perlu pemberkasan. Dia ga mo ngomong, dia nyuruh gw cek aja di wesitenya. Emosi jiwa dunk gw, secara gw ga punya komputer di bekasi. Ntar aja sampai bekasi pasti dah malam banget masak harus cari warnet. Gw bilang aja ke dia dengan nada agak ketus, jadi saya lulus ga. Jangan bikin repot karena saya masih di mobil jemputan dan sampai rumah bakalan malem banget dah ga sempet nyari warnet. Akirnya dia bilang juga gw lulus tapi tetap diminta cek di web-nya yang aka di launching ntar malam. Gw catet apa yang dia infoin. Gw masih ragu kebenarannya tapi ga tau kenapa gw nekad aja ngabarin mama. Mama gw seneng banget. Besoknya otomatis gw bolos buat nyiapain ini itu. Bokap aja juga sampai harus datang buat nganter dokumen. Yang bikin kesel pagi itu gw cek di website masih belum ada pengumumannya. Gw nekad aja telp ke kantor KH dan diinfokan yang semalam itu benar meraka. Pengumuman itu baru muncul siang waktu gw dah kelar ngurus-ngurus dokumen.
Akhirnya gw bolos dua hari itu. Hari berikutnya gw ngantor sperti biasa. Tapi gw membuat meeting team. Gw bilang ke mereka kalau gw akan segera meninggalkan mereka. Sedih banget harus pamit kepada my beloved team. Gw pastinya bakalan kangen nyerewetin mereka...heheheheh..... Gw konfirm ke perusahaan, dan mereka seperti biasa minta one month notice. Gw langsung aja buat surat pengunduran diri karena KH infoin Januari dah harus masuk sana. Gw bingung juga sih karena one month notice gw baru efektif keluar akir januari. Padahal awal januari dah harus masuk. Yah gw jalanin aja dulu deh sisa-sisa hariku sebagai team leader di telecleansing cimb niaga.
Januari gw masuk orientasi KH. Akirnya gw minta ijin untuk menyelesaikan dulu kantor lama. Gw masuk kantor untuk terakhir kalinya dan minta efektif resign gw besok. Bisa sih tapi gaji gw ga full, hiks.....padahal tau sendiri gw ga bakal terima gaji untuk beberapa bulan kedepannya. Yah gw menikmati hari terakirku. Sedih pastinya karena gw dah biasa menjalani hari dengan mereka.
Ternyata orientasinya ga seketat yang gw bayangin. Tau gitu gw di niaga dulu aja sampai habis bulan baru gw masuk KH, temen gw soalnya ada yang gitu, terlebih ketika gw mengalami datang bengong pulang. Tapi kan juga sudah ga mungkin gw masuk lagi karena resign gw dah efektif. Ya sudahlah, jalanin aja.
Ternyata orientasinya ga seketat yang gw bayangin. Tau gitu gw di niaga dulu aja sampai habis bulan baru gw masuk KH, temen gw soalnya ada yang gitu, terlebih ketika gw mengalami datang bengong pulang. Tapi kan juga sudah ga mungkin gw masuk lagi karena resign gw dah efektif. Ya sudahlah, jalanin aja.
Akirnya gw tinggalkan juga dunia perbankan itu. Dan sekarang sudah tujuh bulan aku disini, bertepatan dengan bulan biasanya kontak cs gw diperpanjang atau harusnya udah hampir setahun gw jadi team leader. 29 juli 2010 bukan perpanjangan kontrak lagi yang gw hadepin, bukan bertambahkanya kesenioran gw, tp tanggal ini gw sedang mc seminar nasional kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia.
Dunia yang berbeda, banyak penyesuaian yang harus gw lakuin. Ada kebahagiaan, ada kecewa, ada persahabatan......kadang rindu dengan dunia perbankan yang ibaratnya udah gw kuasain lah, tp yah....mencoba konsekuen dengan pilihanku ini. Berusaha menjadi lebih baik dan belajar terus.
Tanggal 29 Juli tahun depan gw ngapain ya...........(cerita ini tentu saja sepenuhnya versiku, apa yg gw rasa, gw pikirkan, pokoknya subyektif menurut gw lah jadi kalau ada versi lain karena yang dirasakan beda dengan gw ya sah-sah aja)
31/07/2010
Dunia yang berbeda, banyak penyesuaian yang harus gw lakuin. Ada kebahagiaan, ada kecewa, ada persahabatan......kadang rindu dengan dunia perbankan yang ibaratnya udah gw kuasain lah, tp yah....mencoba konsekuen dengan pilihanku ini. Berusaha menjadi lebih baik dan belajar terus.
Tanggal 29 Juli tahun depan gw ngapain ya...........(cerita ini tentu saja sepenuhnya versiku, apa yg gw rasa, gw pikirkan, pokoknya subyektif menurut gw lah jadi kalau ada versi lain karena yang dirasakan beda dengan gw ya sah-sah aja)
31/07/2010
No comments:
Post a Comment