Entri Populer

Tuesday, 27 September 2011

Akhirnya

Dulu aku kesal sekali pada teman-teman terdekat aku yang justru tidak mendukung perkerjaanku. Mereka komen pekerjaan yang aku lakukan kan emang sia-sia.

Yah waktu itu aku marah sekali. Gimana ya. Orang yang terdekat kan biasanya kita harapkan menghibur kita bukannya malah membuat kita down. Waktu itu aku bilang ke mereka, mungkin yang mau nekunin pekerjaan ini memang hanya segelintir orang, melakukan pekerjaan mengkritisi pemerintah bagi kebanyakan umat dianggap sia-sia, ga berguna, kurang kerjaan dll. Pemerintah dikritisi saja mereka masih ga peduli, gimana kalau ga ada yang kritis. Mungkin memang tidak bisa langsung terlihat hasilnya, tapi pasti ada saatnya lah.

Kemudian ku diamkan mereka. Sama-sama larut dalam diam.

Satu orang tersadar dan mlai berubah pikiran karena merasa dia bisa sampai seperti sekarang juga karena hasil dari yang selama ini dia kritik.

Satu lagi....aku tak peduli apa pendapatnya. Masa bodo lah. Aku coba memahami mungkin kemarin kami memang sedang beda persepsi, tapi isinilah letak ujian pertemanan.

Sampai baberapa hari yang lalu, dia bercerita sedang pdkt dengan seseorang dan janjian di suatu tempat. Nah di tempat itu lah proses mengenal satu sama lain dimulai, termasuk mengenalkan sapa saja teman-teman mereka. Pastinya aku salah satu yang disebut. Malam itu katanya temen datingnya yang komen kayak dia dulu. Tapi bedanya sekarang dia yang belain aku dengan pekerjaanku, dan debatlah mereka (kencan awal yang tak semulus rencana, hehehehehe).

Ku tanya kok sekarang berubah. Akirnya dia bercerita bahwa kata-kataku waktu itu dia pikirkan dan merasa ada benarnya juga. Dan dia mulai bisa menghargai apa yang ku kerjakan. Duh senengnya. Aku bilang aku ga butuh dibela, cukup dihargai aja pilihanku. Akhirnya.....


27/09/2011

No comments:

Post a Comment