Entri Populer

Tuesday, 19 August 2014

Apa yang Berubah Setelah Ikut Pelatihan Gender dan Seksualitas

Pertengahan tahun 2012

Tulisan super singkat ini ditulis pada waktu apply pelatihan 'Seksualitas, Gender, Kesehatan dan Hak Seksual & Reproduksi Tahap 2', dimana kami diminta menuliskan apa yang berubah setelah mengikuti training tahap 1. Ku pikir walaupun late post tapi tidak ada salahnya artikel ini dipublish, just for sharing.



Apa yang berubah dari diri anda setelah mengikuti pelatihan Seksualitas, Gender, Kesehatan dan Hak Seksual & Reproduksi?

Memang beberapa hal terjadi setelah training tahap 1.

Pertama, saya menjadi lebih peduli terhadap kesehatan seksual dan reproduksi saya sendiri. Sekarang saya tidak ragu untuk memeriksakan diri ke dokter bila ada keluhan tentang kesehatan reproduksi saya. Dulu hal ini mungkin tidak akan saya lakukan karena merasa malu atau alasan konyol lainnya. Saya juga menularkan pengetahuan yang saya dapat ini ke teman-teman dekat saya agar mereka juga menjadi lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi mereka. Anggapan saya selama ini wanita karier tidak memandang tabu dan anti membicarakan maslah kesehatan reproduksi ternyata salah. Walaupun mayoritas teman saya wanita karier masih ada yang tabu dan tidak nyaman membicarakan persoalan kesehatan reproduksi, bahkan ada yang mengaku belum pernah melihat organ reproduksi mereka sendiri. Saat ini mereka menjadi lebih peduli dan mau periksa ke dokter kalau ada keluhan tentang kesehatan reproduksi mereka, walaupun tetap minta ditemani.
Kedua adalah saya semakin bisa menerima orientasi seksual orang lain tanpa bertanya ‘kenapa bisa’ lagi. Dari kecil saya diajarakan untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap orang lain, termasuk diskriminasi berdasarkan orientasi seksual. Mungkin sampai dengan saat ini banyak orang tua yang melarang anaknya berteman dengan LGBT karena takut ‘tertular’. Namun hal ini tidak berlaku bagi saya. Saya dari dulu tidak ada masalah berteman dengan LGBT walaupun dalam hati pernah muncul pertanyaan kenapa mereka bisa menjadi LGBT. Setelah mengikuti pelatihan ini dan menjadi tahu bahwa orientasi seksual itu bersifat cair, pertanyaan itu sudah tidak muncul lagi. Saya percaya Tuhan mencintai setiap manusia tanpa syarat.




No comments:

Post a Comment