Kemarin ada kunjungan mahasiswa X. Seperti biasa, aku terlibat dalam
penerimaannya. mereka kebanyakan adalah mahasiswa yang baru masuk tahun kemarin
namun ada juga yang sudah senior.
Dalam sesi diskusi banyak pertanyaan menarik dari mereka. Salah satu pertanyaan itu datang dari mahasiswa cowok yang sering dipanggil Sammy, karena wajahnya mirip-mirip sammy gitu deh. Dia ini salah satu mahasiswa baru juga. Dia mengungkapkan tentang kasus pemerkosaan di angkot beberapa saat yang lalu dan dia setuju dengan pendapat yang berkembang bahwa pemerkosaan itu terjadi karena sang korban pada saat itu menggunakan rok mini sehingga memicu pelaku melakukan pemerkosaan. Dalam pikirannya yang mungkin diaminin banyak laki-laki, perempuan yang menggunakan rok mini berarti 'bisa dipake'. Jadi berdasarkan viktimologi yang dia pahami, korban sendirilah yang menyebabkan pemerkosaan itu terjadi. Dia heran kenapa setelah peristiwa ini terjadi malah banyak perempaun turun ke jalan menggunakan rok mini untuk berdemo. Menurutnya perempuan harus menjaga cara berpakaiannya agar tidak merangsang laki-laki.
Sambil memoderatori sesi itu, aku menimpali rok mini atau pakaian minim sperti yang saya pakai saat ini ya. Dalam hati dah gemes aja sama.....pengen 'nyium' rasanya, wakakakakkaka.
Untunglah kemarin yang terima adalah ibu. Curhatan sammy dijawab dengan santai namun mengena. Ibu bilang semuanya berawal dari otak, kalau sudah piktor lihat perempuan yang memakai pakaian tertutup pun akan terjadi pemerkosaan. Kita semua pada umumnya terbiasa melihat anak kecil yang tidak berpakaian, kecuali pada pedofil. Tapi kalau melihat perempuan dengan rok mini kebanyakan laki-laki langsung piktor. Jadi yang perlu dirubah adalah cara berpikir bukan berpakaian. Dan yang paling aku suka ini nih, kenapa harus cara berpaikan perempuan yang selalu disalahkan. Sedangkan laki-laki dengan enaknya berpakaian. Kadang suka bertelanjang dada. Bahkan pakaian gowes saat ini. Pakaian gowes perempuan dituntut tertutup, sedangkan buat laki-laki pakaiannya super ketat jadi kadang 'belepotan' kemana-mana (yang langsung disambut tawa semua yang ada di ruangan). Emang perempuan ga bisa terangsang dengan itu semua??? Perempuan juga bisa terangsang tapi perempuan tahu bagaimana me-manage itu semua.
Yah dengan keterbatasan waktu aku rasa itu cukup dulu deh menggelitik mereka, khusunya mahasiswa cowok, untuk berpikir tidak selalu menyalahkan cara berpakaian perempuan. Saat salam-salaman pamitan, spesial aku bilang ke Sammi : jangan ajari aku cara berpakaian ya tapi ubahlah cara berpikir dan memanage hasrat kalian. Hehehehe......
Dalam sesi diskusi banyak pertanyaan menarik dari mereka. Salah satu pertanyaan itu datang dari mahasiswa cowok yang sering dipanggil Sammy, karena wajahnya mirip-mirip sammy gitu deh. Dia ini salah satu mahasiswa baru juga. Dia mengungkapkan tentang kasus pemerkosaan di angkot beberapa saat yang lalu dan dia setuju dengan pendapat yang berkembang bahwa pemerkosaan itu terjadi karena sang korban pada saat itu menggunakan rok mini sehingga memicu pelaku melakukan pemerkosaan. Dalam pikirannya yang mungkin diaminin banyak laki-laki, perempuan yang menggunakan rok mini berarti 'bisa dipake'. Jadi berdasarkan viktimologi yang dia pahami, korban sendirilah yang menyebabkan pemerkosaan itu terjadi. Dia heran kenapa setelah peristiwa ini terjadi malah banyak perempaun turun ke jalan menggunakan rok mini untuk berdemo. Menurutnya perempuan harus menjaga cara berpakaiannya agar tidak merangsang laki-laki.
Sambil memoderatori sesi itu, aku menimpali rok mini atau pakaian minim sperti yang saya pakai saat ini ya. Dalam hati dah gemes aja sama.....pengen 'nyium' rasanya, wakakakakkaka.
Untunglah kemarin yang terima adalah ibu. Curhatan sammy dijawab dengan santai namun mengena. Ibu bilang semuanya berawal dari otak, kalau sudah piktor lihat perempuan yang memakai pakaian tertutup pun akan terjadi pemerkosaan. Kita semua pada umumnya terbiasa melihat anak kecil yang tidak berpakaian, kecuali pada pedofil. Tapi kalau melihat perempuan dengan rok mini kebanyakan laki-laki langsung piktor. Jadi yang perlu dirubah adalah cara berpikir bukan berpakaian. Dan yang paling aku suka ini nih, kenapa harus cara berpaikan perempuan yang selalu disalahkan. Sedangkan laki-laki dengan enaknya berpakaian. Kadang suka bertelanjang dada. Bahkan pakaian gowes saat ini. Pakaian gowes perempuan dituntut tertutup, sedangkan buat laki-laki pakaiannya super ketat jadi kadang 'belepotan' kemana-mana (yang langsung disambut tawa semua yang ada di ruangan). Emang perempuan ga bisa terangsang dengan itu semua??? Perempuan juga bisa terangsang tapi perempuan tahu bagaimana me-manage itu semua.
Yah dengan keterbatasan waktu aku rasa itu cukup dulu deh menggelitik mereka, khusunya mahasiswa cowok, untuk berpikir tidak selalu menyalahkan cara berpakaian perempuan. Saat salam-salaman pamitan, spesial aku bilang ke Sammi : jangan ajari aku cara berpakaian ya tapi ubahlah cara berpikir dan memanage hasrat kalian. Hehehehe......
No comments:
Post a Comment